Sabtu, 24 Juni 2017

Nona???

Diposting oleh Renti Septianti di 12.52
Hai nona...

Sebegitu besarnya kah rasa sayang anda kepada pria anda? yang dengan jelas pria anda berkata dia mencintai wanita lain??? sebegitu takutnya anda dia pergi dengan wanita lain? sampai anda rela hampir mengakhiri hidup anda???
 Saya salut pada anda yang terus bertahan, saat anda tau pria anda mencintai wanita lain. 👩👏
nona... Berhentilah menyalahkan wanita lain. berhentilah berpura-pura tidak tau pria anda menginginkan wanita lain. dan berhentilah bersikap so manis!!! Tuhan punya rencana untuk semua mahluk.
nona! wanita lain itu perduli akan perasaan anda, tapi... apakah anda memperdulikan perasaan wanita lain itu? wanita lain itu menepati janjinya. lalu... untuk apa anda selalu bawa2 dan menyalahkan wanita lain itu disetiap pertikaian yang terjadi diantara hubungan kalian. Tidak usah mengjelek2an wanita lain kepada siapapun, itu tidak membuat anda terlihat lebih baik.

Nona???
wanita lain itu telah membuang pria anda. karena wanita lain itu lebih memilih kebahagiaan anda!!! berbahagialah sekarang... jangan pernah membawa nama2 wanita lain disetiap pertikaian terjadi. tidak usah khawatir lagi sampai2 seperti orang gila... memutuskan segala komunikasi pria anda dengan wanita lain. sekedar mengingatkan! pria itu lebih cerdik dari wanita! seperti anda nekad melakukan apapun agar tidak kehilangan pria anda. Pria pun bisa melakukan berbagai macam cara untuk menghubungi wanita lain, sekalipun anda memutuskan akses pria anda untuk menghubungi wanita lain itu.
satu hal yang perlu diingat, bila anda mencintai pasangam anda, jangan pernah mendoakan hal buruk terjadi padanya, doakan selalu kebahagiaan nya dan pasrahkan semua kepada sang pemilik segala2nya, ALLAH SWT. 
Buktikan perkataan anda, yang tidak bermasalah dengan wanita lain itu. jangan manis2 kepada wanita lain di belakang orang banyak, tapi menjelek2an wanita lain didepan orang banyak! Anda tidak bertopeng bukan???


Berbahagialah... 
dan berhenti mengungkit masa lalu pria anda.... 

Sep 2015. 24/06/2017

Jumat, 23 Juni 2017

Bisakah Kamu Bayangkan jadi Aku? *Perasaan Pria yg terabaikan*

Diposting oleh Renti Septianti di 12.10


ig : @rentiseptianti.

📌22/6/2017

Kamu! pernah menjadi bagian hari-hariku. Walaupun awalnya aku tidak bermaksud untuk mencintaimu. Ya… kamu tau benar aku hanya ingin memanfaatkanmu. Tapi dengan sabar kamu masih berusaha untuk merebut hatiku dengan segala caramu.

Setiap malam, sebelum tidur, selalu kamu mengungkapkan rasa sayangmu begitu besar untukku, meski aku selalu mengacuhkan semua itu. Setiap pagi-siang-sore selalu kamu menghubungiku dan mengucapkan kata yang sama. Entah apa dan kenapa, aku mulai luluh dan merasa “Aku Mulai Mencintaimu”.👫

Lambat laun aku mulai merasa takut, takut kehilangan kamu… aku sering memerhatikan semua hal tentang kamu, kuhabiskan banyak waktu dengan kamu. Suara nyanyian & tawa kita masih dengan jelas aku ingat, cerita-cerita tentang kamu yang tak pernah kamu ceritakan pada siapapun, pada akhirnya aku tau. Aku bahagia menjadi orang yang dipercaya untuk mendengar semua keluh kesah kehidupanmu.👩

Aku terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku. Semua begitu bahagia....

Aku sudah berharap lebih. Kugantungkan harapanku padamu. Kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Banyak janji dan hal yang sudah kamu rancang kedepan… Sayangnya, semua hal itu tak ada yang kamu tepati! Saat aku berpikir untuk berhenti, kamu selalu datang dan memohon untuk terus berjalan beriringan. Saat aku akhirnya memberi kesempatan, namun akhirnya kamu melukai aku teramat dalam! Lagi…lagi… dan lagi…💔


Bisakah kamu bayangkan diposisi aku? Saat mereka menyalahkan aku akan hubungan kita? Bisakah kamu menahan rasa amarah saat mereka jelas-jelas mencibirku didepan dan dibelakangku? Bisakah kamu bayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari menahan tangis agar tetap terlihat baik-baik saja?😞


Aku selalu berusaha memberikan apa maumu dan menepati janjiku… tapi kamu??? Coba ingat lagi sayang, apa hal yang sudah kamu perjuangkan untuk menepati janjimu padaku?

Sayang…

Tak mungkin kamu tak tahu ada perasaan aneh di dadaku. tak mungkin kamu tak memahami perjuangan yang kulakukan untukmu. Kamu ingin tahu rasanya seperti aku? Aku hanya ingin melihatmu bahagia. 
Aku berharap kamu akan selalu seperti awal kamu memperjuangkanku, nyatanya? Ah… sudahlah, mungkin salahku terlalu mencintaimu…


Dan sekarang… aku rasa semua telah berakhir. Tanpa ucapan pisah. Tanpa lambaian tangan. Tanpa kejujuran. Tak akan ada lagi jari kelingking yang saling berucap janji, tak akan ada lagi injakan kaki sambil berpelukan, tak akan ada lagi kecupan mesra disemua wajah.

Sekarang… Perjuanganku terhenti, karena aku merasa tak pantas lagi berada di sisimu. Sudah ada seseorang disampingmu. Tentu saja, dia prioritasmu. Jika bukan, kamu tak akan memprioritaskan dia dibanding kehidupanmu.


Sayang…

Tak merasa bersalahkah kamu? Setidak pedulinyakah kamu akan perasaanku? ini semua terasa aneh bagiku. Kita yang dulu saling berjanji untuk selalu bersama & berjuang, meskipun berada dalam ketidakjelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku yang terbiasa dengan sapaanmu di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena akhirnya kamu sibuk dengan kekasihmu. Aku berusaha memahami itu. Setiap waktu. Aku berusaha meyakini diriku bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh.

Sayang…

Walaupun sakit ini begitu menusukku, tapi aku tetap meminta pada Tuhan, tentang kebahagiaanmu. Sungguh, aku tak ingin kamu terluka seperti aku yang akhirnya kamu hempaskan. Sakit… sangat amat. Tak bisakah kamu meminta maaf dan membayangkan bagaimana rasanya jadi aku? Setidaknya aku tidak akan merasakan sakitku tak sesakit ini.


Kalau kamu ingin tahu bagaimana perasaanku, Aku lelah. Itulah perasaanku. Sudahkah kamu paham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah ada dalam matamu, aku selalu tak punya tempat dalam hatimu. Dan aku….bukan prioritas kebahagiaanmu


Setiap aku melihatmu dengannya, aku selalu berusaha menganggap semua baik-baik saja. Semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Aku membayangkan perasaanku yang suatu saat nanti pasti akan hilang dan tak ada lagi alasan tangisku setiap malam. Walaupun banyak yang mendekatiku… Namun, aku masih tetap memikirkanmu. Sulit bagiku menerima kenyataan bahwa kamu yang begitu kucintai ternyata malah memilih pergi bersama yang lain.


Seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otakku. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tak pernah benar-benar tinggal. Mungkin aku hanya persinggahan, tempatmu meletakan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.


Semoga kamu tahu, aku berjuang untuk melupakanmu. Aku memaksa diriku agar membencimu, setiap hari, ketika kulihat kamu bersama kekasihmu. Bisakah kamu bayangkan rasanya jadi aku ??? 



Tak bisakah kamu bayangkan dan rasakan ada diposisi aku???

Selamat sayang… kamu berhasil membuat aku berantakan.
 

Renti's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review