writer:
@rentiseptianti ;) 19febuari2014
Kamu
datang membawa banyak harapan. Kamu hangatkan hatiku yang dingin dengan sesuatu
yang membuatku bahagia. Kamu genggam lembut perasaanku.Lalu, sosokmu masuk
dalam hidupku; membawa warna berbeda dalam hariku.
Aku
bosan melamun karena disakiti, Aku sudah bosan menangis, dan sudah lelah karena
terlalu sering dibuat menunggu…
Aku
tidak pernah tau siapa kamu sebelumnya, kamu datang dan berhasil meluluhkan
keegoisanku… kamu bilang aku ini wanita yang galak dan menyebalkan?! Entahlah
banyak sekali lelaki yang mengatakan itu padaku. Mungkin karena aku terlalu
ingin menjaga perasaan dia(lelakiku), sehingga aku enggan berkenalan dengan
lelaki lain…
Aku
memandang ke hadiranmu pada dua sudut pandang. Yang pertama aku berfikir kamu
hadir diwaktu yang tepat dimana aku sedang merasa sendiri dan merasa
dia(lelakiku) acuh tak memperdulikan ku dan tidak menjadikanku salah satu
prioritas dalam hidupnya… tapi disisi lain, kamu hadir diwaktu yang tidak
tepat, karena kehadiranmu berhasil sedikit mengobati rasa rindu diperhatikan
dan rasa rindu di prioritaskan… bahagia memang, tapi semua itu membuat aku
merasa bersalah… merasa bersalah pada dia(lelakiku) dan kamu…
Sempat
aku begitu memercayaimu. Ketika kamu datang membawa sesuatu yang menarik,
mataku terlalu silau untuk mengawasi gerak-gerikmu. Perasaanku kamu eratkan,
dan hatiku kamu permainkan. Pelan-pelan, kamu semakin masuk ke dalam hidupku,
kamu juga terlibat dalam nasibku. Kita semakin dekat karena kata-kata manismu
dalam setiap obrolan bodoh kita di pesan singkat.
Pesanmu
membuat aku terhipnotis, mengangkatku dengan kebahagiaan, dan membawaku terbang
membangkitkan fantasiku… Aku begitu mudah merasa nyaman denganmu, begitu mudah
merasa bahwa kamu adalah pengobat lukaku. Kuikuti permainanmu, permainan yang
tak penah kuketahui peraturannya. Aku merasa kamu bisa menjadi obat rasa
lelahku selama ini, Padahal, diam-diam, kamu sedang merancang sesuatu. Sesuatu
yang ujung-ujungnya malah menyakitiku.
Kamu
sama saja... Sama seperti yang lainnya, yang memilih pergi; saat aku sedang
merasa nyaman bersamamu…Mengapa kamu pergi ketika aku mulai
percaya bahwa ini adalah cinta?
Untukmu…lelaki yang pernah terlibat
Dan berhasil membuatku bahagia sesaat
