Rabu, 26 Februari 2014

Sama Saja!!

Diposting oleh Renti Septianti di 21.13



writer: @rentiseptianti ;) 19febuari2014
Kamu datang membawa banyak harapan. Kamu hangatkan hatiku yang dingin dengan sesuatu yang membuatku bahagia. Kamu genggam lembut perasaanku.Lalu, sosokmu masuk dalam hidupku; membawa warna berbeda dalam hariku.

Aku bosan melamun karena disakiti, Aku sudah bosan menangis, dan sudah lelah karena terlalu sering dibuat menunggu…
Aku tidak pernah tau siapa kamu sebelumnya, kamu datang dan berhasil meluluhkan keegoisanku… kamu bilang aku ini wanita yang galak dan menyebalkan?! Entahlah banyak sekali lelaki yang mengatakan itu padaku. Mungkin karena aku terlalu ingin menjaga perasaan dia(lelakiku), sehingga aku enggan berkenalan dengan lelaki lain…
Aku memandang ke hadiranmu pada dua sudut pandang. Yang pertama aku berfikir kamu hadir diwaktu yang tepat dimana aku sedang merasa sendiri dan merasa dia(lelakiku) acuh tak memperdulikan ku dan tidak menjadikanku salah satu prioritas dalam hidupnya… tapi disisi lain, kamu hadir diwaktu yang tidak tepat, karena kehadiranmu berhasil sedikit mengobati rasa rindu diperhatikan dan rasa rindu di prioritaskan… bahagia memang, tapi semua itu membuat aku merasa bersalah… merasa bersalah pada dia(lelakiku) dan kamu…
Sempat aku begitu memercayaimu. Ketika kamu datang membawa sesuatu yang menarik, mataku terlalu silau untuk mengawasi gerak-gerikmu. Perasaanku kamu eratkan, dan hatiku kamu permainkan. Pelan-pelan, kamu semakin masuk ke dalam hidupku, kamu juga terlibat dalam nasibku. Kita semakin dekat karena kata-kata manismu dalam setiap obrolan bodoh kita di pesan singkat.
Pesanmu membuat aku terhipnotis, mengangkatku dengan kebahagiaan, dan membawaku terbang membangkitkan fantasiku… Aku begitu mudah merasa nyaman denganmu, begitu mudah merasa bahwa kamu adalah pengobat lukaku. Kuikuti permainanmu, permainan yang tak penah kuketahui peraturannya. Aku merasa kamu bisa menjadi obat rasa lelahku selama ini, Padahal, diam-diam, kamu sedang merancang sesuatu. Sesuatu yang ujung-ujungnya malah menyakitiku.

Kamu sama saja... Sama seperti yang lainnya, yang memilih pergi; saat aku sedang merasa nyaman bersamamu…Mengapa kamu pergi ketika aku mulai percaya bahwa ini adalah cinta?

Untukmu…lelaki yang pernah terlibat

Dan berhasil membuatku bahagia sesaat
 

Renti's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review